KARET MENTAH

Posted On By admin ridho

Harga karet dunia dalam beberapa waktu terakhir anjlok cukup signifikan. Harga karet dunia saat ini turun jadi Rp. 16.000 / kg dari Rp. 29.000 / kg. Sementara harga di tingkat petani hanya Rp. 5.000 – Rp. 7.000/kg.

Salah satu penyebab anjloknya harga karet dunia adalah berubahnya struktur perubahan karet dunia. Kebijakan karet yang awalnya hanya diintervensi oleh 3 negara yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia di dalam International Tripartit Rubber Corporation (ITRC), kini Vietnam juga sudah mulai campur tangan. Alasannya, Vietnam kini menjadi salah satu produsen karet terbesar ketiga di dunia menggeser Malaysia.

Tidak hanya Vietnam, negara lain seperti Laos, Kamboja, India, dan Tiongkok juga melakukan hal yang sama karena dikalim telah memproduksi karet dengan jumlah cukup besar.

Sementara itu Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) juga menyebut, penyebab lain anjloknya harga karet dunia adalah kekhawatiran akan pelemahan pertumbuhan Industri Tiongkok yang mengakibatkan menurunnya permintaan karet. Kemudian adanya protes anti-pemerintah di Thailand yang berpotensi menurunkan produksi Januari-Februari 2014 sebesar 10-20%.

Selain itu, stok karet di Shanghai, Tiongkok minggu lalu meningkat (kelebihan suplai) menjadi 204.451 ton, sedangkan posisi closing stock dari anggota ANRPC pada Desember 2013 tercatat 1.195.000 ton.

Saat ini struktur produsen karet dunia berubah, Vietnam menjadi negara nomor 3 produsen karet terbesar di dunia mengalahkan Malaysia. Thailand nomor satu, Indonesia ke dua dan Vietnam ke tiga. Padahal Vietnam tidak termauk dalam ITRC untuk bisa mengatur pasokan karet di dunia

Salah satu usulan Indonesia untuk memperbaiki harga karet dunia saat ini adalah membentuk ASEAN Rubber Committee atau Corporation. Usulan ini adalah dengan memasukan negara-negara di kawasan ASEAN yang memproduksi karet cukup besar bersama-sama membuat kebijakan yang saling menguntungkan. Namun upaya ini masih tertunda karena faktor teknis dari masing-masing negara.

POTRET PERKEBUNAN di INDONESIA

Harga Karet dan Harga Latex ( Gatah Karet yang masih cair ) :
Terjadinya penurunan harga untuk komoditas gatah karet ditingkat petani hingga tahun ini berdampak buruk pada pendapatan para petani. Banyak sekali petani karet local ( Non Industri ) mengeluh karena kondisi harga yang tidak semakin membaik dari tahun ketahun. Keperluan karet dunia, terutama industry di Jepang dan China yang tidak mengalami peningkatan menjadikan stock karet saat ini dipasar internasional melimpah. Sementra supplai karet terus didorong, hingga akhirnya terjadi overstock.

Yang ada, kami menangkap bahwasanya kualitas karet petani local bersaing dengan karet industri. Hal ini menjadi penyebab harga karet di Indonesia turun drastis. Beberapa tahun yang lalu, harga karet sempat menyentuh angka Rp. 10.000 s/d Rp. 13.000 per kilo nya. Banyak peteni yang antusias ketika harga karet melambung, dimana terlihat sekali petani karet local begitu sejahtera.

Sokongan pemerintah ktika itu terbilang sangat besar, terutama dalam hal penyerapan konsumsi karet untuk Industri dan pembangunan yang di Indonesia. Penyerapan konsumsi karet kala itu bisa menembus 100.000 ton petahun, sehingga total konsumsi karet untuk Industri pembangunan dan Eksport bisa mencapai 700.000 ton pertahun.
Harga karet hari ini di Tocom ( Tokyo Commodity Exchange ) dan Sicom tidak menunjukan kenaikan yang begitu signifikan. Sebenarnya harga karet naik, tapi hanya sekitar 1,3% dimana bila dalamskala besar dampak ini memang begitu luar biasa. Hanya saja harga karet tersebut tidak berefek pada tingkat petani. Bila harga saat ini Rp. 4.000 s/d Rp. 5.500 dan terjadi kenaikan 1,3% maka kenaikan tersebut masih dibawah Rp. 1.000
Bahkan harga karet mentah hari ini belum tentu mendapatkan dampak kenaikan 1,3% tersebut secara instan ditingkat petani. Barusan saja 1 hari naik, beberapa hari berikutnya terjadi penurunan harga.

Jika seperti ini, kami memprediksi harga karet local petani Indonesia akan tetap stagnan, tidak ada perubahan yang signifikan seperti pada tahun tahun sebelumnya.
Solusi jangka panjang adalah dengan menunggu kebijakan perkembangan Industri karet yang lebih banyak di skala nasional, tanfa harus eksport. Sehingga petani karet mendapatkan harga yang layak dengan menjual ke Industri industry yang ada di Indonesia saja.
Terjadinya badai dan musibah banjir di Thailand meyebabkan banyak perkebunan karet rusak parah. Hal ini menyebabkan produksi dan ekspor karet Thailand menurun sehingga pasokan dunia berkurang hingga 20 %.

Sebagai dampaknya, pada awal tahun yaitu pada periode Desember – Februari lalu harga karet lokal di Indonesia meningkat drastis yang tadinya hannya Rp. 5.000 s/d Rp. 6.000 per kilogram meningkat hingga 100%. Beberapa daerah seperti di Kalbar harga karet naik drastis bekisar Rp. 8.000 Rp. 13.000 an dimasa itu.
Namun, saat ini sudah mulai terjadi penurunan lagi yang dari sebelum nya berangsur turun ke harga Rp. 5.000 s/d Rp. 8.000 per kilogram.

Berikut Harga Gatah Karet yang siap kami beli dari petani

Harga Latex ( Gatah Cair ) dan Bokar Sir ( Gatah Padat ), Periode : 18 Desember 2017
No. Jenis Gatah Karet Satuan Harga / Kg ( Rp. )

Keterangan:

  1. Harga Latex (Gatah Cair) per liter nya seharga Rp. 2.500.
  2. Harga Bokar Sir ( Grat A ) Rp. 9.000 / kilogram, antar ke gudang kami
  3. Harga Bokar Sir ( Grat B ) Rp. 8.000 / kilogram, terima digudang kami.

• Harga sewaktu waktu dapat berubah
• Keterangan lebih lanjut silakan hubungi kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dijual Rumah Besar Jl.Ampera Palaran Kalimantan Timur



loading…


loading…